Menurut Kantor Berita ABNA, penyerangan yang dilakukan kelompok takfiri ke Masjid Hadhrat Sukainah Sa di kota Rawalpindi Pakistan dekat Islamabad, ibu kota Pakistan, setidaknya menelan 3 korban jiwa dan empat lainnya luka-luka, rabu [28/2].
Peristiwa ini terjadi pukul 18.30 waktu setempat ketika jamaah di masjid yang ditakmiri warga Syiah tersebut baru saja menunaikan shalat maghrib. Tiba-tiba sebuah bom Molotov yang dilempar oleh orang yang tidak dikenal meledak dan mengakibatkan sejumlah jamaah meregang nyawa dan lainnya mengalami luka-luka.
Menurut pengakuan saksi mata, seseorang yang tidak dikenal sebelumnya dengan gelagat yang mencurigakan, memaksa masuk kedalam masjid ketika ditahan penjaga masjid. Menolak diinterogasi, orang tersebut segera melemparkan bom Molotov kearah dalam masjid dan segera melarikan diri ditengah kepanikan warga. Sejumlah korban dari ledakan bom tersebut segera dilarikan ke Rumah sakit tapi 3 korban diantaranya nyawanya tidak bisa tertolong dan meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan medis. Diprediksi korban jiwa akan bertambah, mengingat korban yang mengalami luka-luka terhitung cukup parah.
Pihak kepolisian segera mengamankan lokasi ledakan dan masjid tersebut mendapat pengawalan ketat mencegah terjadinya serangan susulan. Media setempat mengabarkan kelompok takfiri “Jundullah” yang memang senantiasa berbuat onar dipemukiman-pemukiman Syiah menyatakan bertanggungjawab dan menjadi dalang dibalik aksi bom bunuh diri tersebut.
Pada Jum’at pekan sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di kota Pesyawar. Melalui aksi bom bunuh diri ditengah-tengah jama’ah shalat Jum’at, 20 orang meninggal dunia, dan 50 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu penyerangan kepada jama’ah Syiah yang sementara shalat berjama’ah juga terjadi di desa Syekarpu Sanad Pakistan setidaknya menelan 60 korban jiwa, dan belasan lainnya luka-luka. Aksi menyerang jama’ah yang sementara shalat berjama’ah menjadi modus baru dari aksi kekerasan kelompok takfiri terhadap warga Syiah Pakistan.
Aksi kekerasan kelompok takfiri anti Syiah dalam beberapa bulan terakhir di berbagai kota di Pakistan semakin merebak. Persatuan Ulama Islam Pakistan mengecam dan mengutuk aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama tersebut.








